Subscribe:

Pages

Jumat, 28 Desember 2012

HASIL PERTANDINGAN LIGA ITALIA ATALANTA VS UDINESE 1-1 DESEMBER 2012HASIL PERTANDINGAN LIGA ITALIA ATALANTA VS UDINESE 1-1 DESEMBER 2012 - Pekan terakhir di paruh musim ini Atalanta kembali berhadapan dengan lawan yang lumayan mempunyai rekor bagus di ajang Serie A Italia. Udinese yang merupakan salah satu kandidat terdegradasi di Serie B memang belakangan ini mempunyai statistic yang lumayan bagus, walaupun kekalahan sering menghampiri mereka tapi mereka dalam system serta model permainannya sering mengecewakan dan juga sering menyulitkan lawan yang dihadapinya. Hal itu juga dibuktika ketika Atalanta atau yang biasa disebut dengan La Beneamata harus bermain imbang dengan Udinese. Hal ini sungguh sangat disayangkan oleh sang alenatore Andrea Stramacioni. Kemenangan yang mereka harapkan seakan lari dari kenyataan, di akhir paruh musim ini mereka semua berharap mereka bisa kembali ke trek perjuangan dalam mencari gelar scudetto di hasil pertandingan Liga Italia. Mereka semua ingin mengejar ketertinggalan mereka dengan Juventus. Tapi dengan hasil imbang yang merkea dapatkan tersebut akhirnya menjadikan mereka terperosot ke dasar peringkat terbawah the big four, yakni di posisi ke empat klasemen sementara. Atalanta datang ke Atleti Azzurri d'Italia, Minggu dengan misi mencari streak kemenangan ke-11. Il Biscione pun sangat dijagokan melanjutkan rentetan tersebut karena punya rekor tandang mengerikan : 10 kemenangan berurutan! Angka itu merupakan rekor klub, melewati torehan yang dibuat Roberto Mancini pada 2007. Tapi, krisis lini belakang yang melanda Sang Ular Raksasa memberi dampak buruk. Mentas tanpa Andrea Ranocchia dan Walter Samuel, La Beneamata kalah 2-3. Pelatih Andrea Stramaccioni terpaksa kembali menggunakan sistem empat bek karena hanya punya dua bek tengah senior. Sejak laga dimulai, Matias Silvestre dkk. di belakang tampil tak nyaman. Tak mengherankan Udinese bisa unggul lebih dulu. Winger Giacomo Bonaventura yang tak terkawal berhasil menanduk bola crossing Federico Peluso (9'). German Denis seharusnya bisa membuat La Dea unggul 2-0 di babak I. Tanpa kawalan di depan muka Samir Handanovic, sepakannya masih melambung. Atalanta mencoba menyamakan skor, namun terhadang oleh kiper Andrea Consigli yang membuat beberapa penyelamatan krusial. Usai jeda, Fredy Guarin mencetak gol lewat tembakan bebas kerasnya (56'). Tapi, sistem 4-3-3 tak seimbang yang dibesut Stramaccioni malam itu kembali memberi dampak buruk. Lewat serangan balik, Denis membayar kesalahannya di abbak I (60'). Tuan rumah malah menambah keunggulan lewat penalti El Tanque setelah sebelumnya Silvestre menjatuhkan Maximiliano Moralez (67'). Sang tamu hanya bisa memperkecil skor lewat kaki Rodrigo Palacio (84'). “Kami harus memberi selamat pada Udinese. Saya tahu duel akan berjalan sulit. Tapi, kami tak pantas kalah. Consigli tampil hebat. Sayangnya, saat kami sedang ingin membalikkan keadaan, mereka malah mencetak gol,” kata Stramaccioni di Sky Sport. Kekalahan ini membuat Il Biscione kembali berjarak empat angka dari Juventus di puncak klasemen. Sementara itu, Udinese mencuat ke peringkat enam. Catatan mengesankan mengingat Sang Dewi memulai musim dengan poin minus dua. Suport Content by Agen Bola.HASIL PERTANDINGAN LIGA ITALIA ATALANTA VS UDINESE 1-1 DESEMBER 2012 - Pekan terakhir di paruh musim ini Atalanta kembali berhadapan dengan lawan yang lumayan mempunyai rekor bagus di ajang Serie A Italia. Udinese yang merupakan salah satu kandidat terdegradasi di Serie B memang belakangan ini mempunyai statistic yang lumayan bagus, walaupun kekalahan sering menghampiri mereka tapi mereka dalam system serta model permainannya sering mengecewakan dan juga sering menyulitkan lawan yang dihadapinya. Hal itu juga dibuktika ketika Atalanta atau yang biasa disebut dengan La Beneamata harus bermain imbang dengan Udinese. Hal ini sungguh sangat disayangkan oleh sang alenatore Andrea Stramacioni. Kemenangan yang mereka harapkan seakan lari dari kenyataan, di akhir paruh musim ini mereka semua berharap mereka bisa kembali ke trek perjuangan dalam mencari gelar scudetto di hasil pertandingan Liga Italia. Mereka semua ingin mengejar ketertinggalan mereka dengan Juventus. Tapi dengan hasil imbang yang merkea dapatkan tersebut akhirnya menjadikan mereka terperosot ke dasar peringkat terbawah the big four, yakni di posisi ke empat klasemen sementara. Atalanta datang ke Atleti Azzurri d'Italia, Minggu dengan misi mencari streak kemenangan ke-11. Il Biscione pun sangat dijagokan melanjutkan rentetan tersebut karena punya rekor tandang mengerikan : 10 kemenangan berurutan! Angka itu merupakan rekor klub, melewati torehan yang dibuat Roberto Mancini pada 2007. Tapi, krisis lini belakang yang melanda Sang Ular Raksasa memberi dampak buruk. Mentas tanpa Andrea Ranocchia dan Walter Samuel, La Beneamata kalah 2-3. Pelatih Andrea Stramaccioni terpaksa kembali menggunakan sistem empat bek karena hanya punya dua bek tengah senior. Sejak laga dimulai, Matias Silvestre dkk. di belakang tampil tak nyaman. Tak mengherankan Udinese bisa unggul lebih dulu. Winger Giacomo Bonaventura yang tak terkawal berhasil menanduk bola crossing Federico Peluso (9'). German Denis seharusnya bisa membuat La Dea unggul 2-0 di babak I. Tanpa kawalan di depan muka Samir Handanovic, sepakannya masih melambung. Atalanta mencoba menyamakan skor, namun terhadang oleh kiper Andrea Consigli yang membuat beberapa penyelamatan krusial. Usai jeda, Fredy Guarin mencetak gol lewat tembakan bebas kerasnya (56'). Tapi, sistem 4-3-3 tak seimbang yang dibesut Stramaccioni malam itu kembali memberi dampak buruk. Lewat serangan balik, Denis membayar kesalahannya di abbak I (60'). Tuan rumah malah menambah keunggulan lewat penalti El Tanque setelah sebelumnya Silvestre menjatuhkan Maximiliano Moralez (67'). Sang tamu hanya bisa memperkecil skor lewat kaki Rodrigo Palacio (84'). “Kami harus memberi selamat pada Udinese. Saya tahu duel akan berjalan sulit. Tapi, kami tak pantas kalah. Consigli tampil hebat. Sayangnya, saat kami sedang ingin membalikkan keadaan, mereka malah mencetak gol,” kata Stramaccioni di Sky Sport. Kekalahan ini membuat Il Biscione kembali berjarak empat angka dari Juventus di puncak klasemen. Sementara itu, Udinese mencuat ke peringkat enam. Catatan mengesankan mengingat Sang Dewi memulai musim dengan poin minus dua. Suport Content by Agen Bola.


HASIL PERTANDINGAN LIGA ITALIA ATALANTA VS UDINESE 1-1 DESEMBER 2012 - Pekan terakhir di paruh musim ini Atalanta kembali berhadapan dengan lawan yang lumayan mempunyai rekor bagus di ajang Serie A Italia. Udinese yang merupakan salah satu kandidat terdegradasi di Serie B memang belakangan ini mempunyai statistic yang lumayan bagus, walaupun kekalahan sering menghampiri mereka tapi mereka dalam system serta model permainannya sering mengecewakan dan juga sering menyulitkan lawan yang dihadapinya. Hal itu juga dibuktika ketika Atalanta atau yang biasa disebut dengan La Beneamata harus bermain imbang dengan Udinese.


Hal ini sungguh sangat disayangkan oleh sang alenatore Andrea Stramacioni. Kemenangan yang mereka harapkan seakan lari dari kenyataan, di akhir paruh musim ini mereka semua berharap mereka bisa kembali ke trek perjuangan dalam mencari gelar scudetto di hasil pertandingan Liga Italia. Mereka semua ingin mengejar ketertinggalan mereka dengan Juventus. Tapi dengan hasil imbang yang merkea dapatkan tersebut akhirnya menjadikan mereka terperosot ke dasar peringkat terbawah the big four, yakni di posisi ke empat klasemen sementara.

Atalanta datang ke Atleti Azzurri d'Italia, Minggu dengan misi mencari streak kemenangan ke-11. Il Biscione pun sangat dijagokan melanjutkan rentetan tersebut karena punya rekor tandang mengerikan : 10 kemenangan berurutan! Angka itu merupakan rekor klub, melewati torehan yang dibuat Roberto Mancini pada 2007. Tapi, krisis lini belakang yang melanda Sang Ular Raksasa memberi dampak buruk. Mentas tanpa Andrea Ranocchia dan Walter Samuel, La Beneamata kalah 2-3.

Pelatih Andrea Stramaccioni terpaksa kembali menggunakan sistem empat bek karena hanya punya dua bek tengah senior. Sejak laga dimulai, Matias Silvestre dkk. di belakang tampil tak nyaman. Tak mengherankan Udinese bisa unggul lebih dulu. Winger Giacomo Bonaventura yang tak terkawal berhasil menanduk bola crossing Federico Peluso (9'). German Denis seharusnya bisa membuat La Dea unggul 2-0 di babak I. Tanpa kawalan di depan muka Samir Handanovic, sepakannya masih melambung. Atalanta mencoba menyamakan skor, namun terhadang oleh kiper Andrea Consigli yang membuat beberapa penyelamatan krusial.

Usai jeda, Fredy Guarin mencetak gol lewat tembakan bebas kerasnya (56'). Tapi, sistem 4-3-3 tak seimbang yang dibesut Stramaccioni malam itu kembali memberi dampak buruk. Lewat serangan balik, Denis membayar kesalahannya di abbak I (60'). Tuan rumah malah menambah keunggulan lewat penalti El Tanque setelah sebelumnya Silvestre menjatuhkan Maximiliano Moralez (67'). Sang tamu hanya bisa memperkecil skor lewat kaki Rodrigo Palacio (84').

“Kami harus memberi selamat pada Udinese. Saya tahu duel akan berjalan sulit. Tapi, kami tak pantas kalah. Consigli tampil hebat. Sayangnya, saat kami sedang ingin membalikkan keadaan, mereka malah mencetak gol,” kata Stramaccioni di Sky Sport. Kekalahan ini membuat Il Biscione kembali berjarak empat angka dari Juventus di puncak klasemen. Sementara itu, Udinese mencuat ke peringkat enam. Catatan mengesankan mengingat Sang Dewi memulai musim dengan poin minus dua.

Suport Content by Agen Bola.

0 komentar:

Poskan Komentar